dMana Hati Nurani_mU

Kamis, 24 Jan 2008,
Tembok Diledakkan, Warga Gaza Berhamburan Cari Makan
Puluhan ribu warga Gaza, Palestina, berhamburan melintasi tembok pembatas besi setinggi empat meter yang runtuh akibat diledakkan sekelompok orang bertopeng pada Rabu (23/1) pagi waktu setempat.

RAFAH – Blarr…. Tembok yang mengurung warga Gaza, Palestina, itu runtuh di tengahnya. Batas berupa lempeng besi setinggi empat meter dan panjang 11,5 kilometer itu diledakkan oleh sekelompok pria bertopeng pada Rabu pagi waktu setempat. Dari lubang menganga sepanjang 3,5 km, ribuan warga Gaza berbondong-bondong menunju Mesir.

Diblokade total Israel selama lima hari, membuat warga Gaza habis kesabaran. Seperti baru lepas dari kurungan panjang, warga dengan menaiki mobil, keledai, dan berjalan kaki melintasi tembok yang menjadi batas wilayah Kota Rafah dengan negara Mesir itu. Mereka mencari dan memborong kebutuhan pokok yang sudah berhari-hari sulit didapat dan harganya melambung. “Kebebasan telah datang, setelah hari ini kami tidak butuh lagi tembok perbatasan,” teriak Muhamad Abu Ghazal, 29, seorang warga Gaza. Beberapa tentara Hamas, faksi Palestina yang mengontrol Gaza, terlihat membantu dan mengarahkan mereka.

Seorang penjaga perbatasan Mesir mengatakan, setidaknya 15 peledak digunakan untuk merobohkan tembok tersebut. Dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa saat warga di balik tembok menerobos perbatasan. “Ribuan orang telah berhasil melintasi perbatasan secara ilegal, namun hingga kini belum ada perintah resmi untuk menyikapi mereka,” katanya. “Kebanyakan berjalan kaki untuk membeli stok makanan, bensin, dan rokok,” lanjutnya.

Kebingungan penjaga perbatasan itu direspons cepat oleh Kairo. Presiden Mesir Husni Mubarak memerintahkan tentaranya menahan tindakan apa pun terhadap para pelintas batas dari Palestina. “Mesir sejak dulu tidak pernah dan tidak ingin menyengsarakan atau menghalangi warga Palestina yang ingin mencari kebutuhan di Mesir,” kata Mubarak.

Apalagi, lanjut Mubarak, saat ini puluhan ribu warga Palestina itu memasuki Mesir akibat situasi buruk yang mereka hadapi karena blokade Israel atas Jalur Gaza. “Mereka boleh datang dan belanja apa pun yang mereka inginkan dan kemudian kembali lagi ke Gaza,” tegasnya.

Gaza memang menjadi daerah terisolasi sejak blokade Israel berjalan. Pemerintah Zionis membatasi akses masuk dan keluar daerah bergolak itu sejak Hamas memegang kendali pada Juni 2007. Sejak itu penderitaan demi penderitaan terus mendera 1,5 juta warga Gaza. Listrik padam, kelangkaan bahan makanan, bahan bakar, air bersih, dan kebutuhan pokok lain menjadi siksaan rutin warga Gaza. Israel berdalih bahwa blokade itu untuk menghentikan serangan roket Hamas yang diluncurkan dari Gaza.

Kelompok pejuang muslim Hamas, yang menguasai Gaza, sempat mendesak pemerintah Mesir untuk membuka perbatasannya. Namun, karena tidak mendapat tanggapan, mereka terpaksa meledakkan tembok perbatasan itu. Polisi Mesir sejauh ini juga tidak mengambil tindakan apa pun terhadap ribuan arus masuk warga dari Gaza itu.

Wartawan BBC Ian Pannel, yang berada di sisi perbatasan yang masuk wilayah Mesir, mengatakan, ribuan warga Palestina menyeberang melalui tembok yang jebol dan memborong barang-barang keperluan pokok, termasuk bensin dan rokok. “Kami ingin membeli makanan. Kami ingin membeli beras dan gula, susu dan gandum, dan keju,” kata Ibrahim Abu Taha, ayah tujuh anak itu.

Peledakan tembok perbatasan itu bukan yang pertama. Pada 2005 lalu, pejuang Islam Hamas juga meledakkan tembok perbatasan dengan Mesir itu menyusul penarikan mundur serdadu pendudukan Israel dari Jalur Gaza.

Aksi blokade itu sempat dibawa ke meja Dewan Keamanan (DK) PBB di New York Senin (21/1). Di depan forum DK PBB, utusan Israel dan Palestina beradu argumentasi dan mempersoalkan blokade tersebut.

Peninjau PBB dari Palestina menuduh Israel mengobarkan tindak kekerasan. Sedangkan utusan Israel mengatakan, negaranya harus melindungi warganya dari serangan roket. DK PBB tengah mempertimbangkan berbagai desakan dunia internasional agar Israel mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk Gaza secara bebas.

Perdebatan itu merupakan tindak lanjut dari tekanan negara-negara Arab dan Islam di tengah kecaman internasional terhadap kebijakan yang diistilahkan Uni Eropa “sebagai hukuman pukul rata” (collective punishment) terhadap 1,5 juta jiwa warga Gaza.

Namun, wakil pemerintah Israel Gilad Cohen membantah Israel melanggar hukum internasional. “Sudah menjadi tugas semua negara untuk menjamin hak hidup dan keselamatan warganya, khususnya dari tindakan kekerasan dan terorisme yang jahat,” tegas Cohen. (BBC/AFP/zul/kim)

Iklan

~ oleh bla pada 24 Januari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: